SMK Sriwedari Malang sukses menyelenggarakan ajang "Gelar Karya Inovasi dan Wirausaha Muda" sebagai wujud nyata implementasi Kurikulum Merdeka yang berorientasi pada kemandirian siswa. Kegiatan ini menampilkan berbagai proyek unggulan dari program keahlian Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT), Desain Komunikasi Visual (DKV), serta Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis (MPLB). Melalui pendekatan Teaching Factory (Tefa), para siswa tidak hanya menunjukkan keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan manajerial dalam mengelola unit usaha kreatif yang kompetitif di pasar digital.
Transformasi Vokasi Melalui Ekosistem Digital dan Sertifikasi
Pameran ini menjadi panggung bagi siswa untuk mendemonstrasikan hasil praktik kerja yang selaras dengan standar industri dan persiapan sertifikasi kompetensi BNSP/LSP. Inovasi yang ditampilkan mencakup solusi jaringan terintegrasi, produk desain grafis profesional, hingga simulasi layanan bisnis modern yang efisien. Fokus utama dari kegiatan ini adalah memperkuat pilar BMW (Bekerja, Melanjutkan, Wirausaha) agar lulusan memiliki daya tawar tinggi di dunia kerja maupun saat merintis usaha mandiri.
- Implementasi produk Teaching Factory (Tefa) yang siap dipasarkan secara luas kepada masyarakat.
- Presentasi portofolio kreatif siswa DKV dan TJKT berbasis kebutuhan industri digital terkini.
- Simulasi layanan administrasi bisnis berbasis teknologi perkantoran modern oleh siswa MPLB.
"Gelar karya ini adalah bukti bahwa siswa SMK Sriwedari Malang tidak hanya siap kerja, tetapi mampu menciptakan peluang usaha sendiri. Dengan bekal sertifikasi kompetensi dan pengalaman PKL yang kuat, kami optimis mereka akan menjadi penggerak ekonomi kreatif di masa depan," ujar Kepala SMK Sriwedari Malang.
Melalui semangat inovasi ini, SMK Sriwedari Malang terus berkomitmen menjalin kemitraan strategis dengan dunia industri guna memastikan kurikulum tetap relevan. Pengalaman nyata dalam mengelola gelar karya ini diharapkan mampu mengasah mentalitas wirausaha dan profesionalisme siswa, sehingga mereka siap menghadapi tantangan global dengan kompetensi yang diakui secara nasional maupun internasional.